Baiklah artikel ini saya buat untuk menjawab pertanyaan seorang teman yang bertanya, “ Apa sih perbedaan dari pencobaan dan ujian?” Sejujurnya ini memang membingungkan, karena kita sendiri bisa lihat di Alkitab, kedua hal ini tertulis dengan kata yang sama, bahkan dalam bahasa aslinya pun sama, tidak ada beda antara pencobaan yang dimaksud sebagai ujian dan pencobaan sebagai pencobaan. Setelah mengambil beberapa referensi dan berdiskusi dengan beberapa hamba TUHAN saya mengambil kesimpulan sebagai berikut .

Manusia adalah makhluk yang diciptakan sebagai puncak dari penciptaan di dunia ini, tapi juga bukan yang pertama, sehingga sebenarnya saat dunia dibentuk manusia sudah diciptakan sebagai makhluk diantara, diantara alam dan ALLAH, diantara ALLAh dan iblis. Sehingga kehidupan kita sebenarnya tidak dapat lepas dari ujian dan pencobaan, hanya saja ketika kita lebih menyadari hal ini, rasanya saya semakin takut dalam mengambil keputusan – keputusan dalam hidup, tapi tidak apa – apa  karena sebenarnya TUHAN sendiri akan menolong kita melewati semuaNYA, 1 Korintus 10 : 13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Sekarang ada baiknya kita membahas satu – satu apa itu pencobaan dan apa itu ujian. Pencobaan yang dituliskan di dalam Alkitab terdiri dari beberapa macam, tapi memiliki makna yang berbeda,  kenapa akhirnya saya mengambil kesimpulan tersebut? Karena ada beberapa ayat yang menggunakan kata sama “pencobaan” tapi kalo ditilik secara teliti memiliki makna yang berbeda.  Baca Ketika murid – murid tertidur dan tidak berjaga – jaga  (Matius 26 : 41), ayat ini berisi, “Berjaga – jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah.”. Kita bandingkan ke dalam Yakobus 1 : 2, “Saudara – saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai – bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

Lihat bedanya? Dalam ayat yang pertama, TUHAN berkata, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, tapi dalam ayat kedua yang saya berikan, berbahagialah bila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Nah kalau mau membahas ini, liat lagi konteks secara lengkapnya, kita tau tidak mungkin kita membahas Alkitab kalo kita tidak melihat konteks lengkapnya,  pada ayat yang pertama, TUHAN berkata secara lengkap, jangan kita jatuh ke dalam pencobaan yang berupa keinginan daging kita, dimana murid – murid memilih untuk mengikuti keinginan dagingnya untuk tidur, ketimbang ikut berjaga dengan TUHAN,  itu adalah keinginan dalam diri kita, sama seperti apa yang ditulis di Yakobus 1 : 13 – 14, pencobaan dari diri sendiri. Si jahat menggunakan ijin dari TUHAN untuk menjatuhkan kita melalui keinginan daging kita, ini pencobaan yang bertujuan menjatuhkan.

Sekarang pada ayat yang kedua dikatakan berbahagialah yang jatuh ke dalam pencobaan, karena ujian. Jadi, kita bisa lihat perbedaannya, ada pencobaan yang bersifat ujian dan harus kita syukuri bila terjadi. Karena ini bersifat meningkatkan ketekunan kita (Yakobus 1 : 3), menjadikan kita sempurna di dalam TUHAN (Yakobus 1 : 4 )

Baiklah, itu hanyalah pembukaan awal dimana membuktikan sebenarnya kita harus melihat konteks lengkapnya untuk membedakan dimana kata tersebut digunakan benar sebagai pencobaan atau ujian. Jadi bagaimana cara membedakannya dalam kehidupan kita sehari – hari? Jawabnya ada beberapa hal yang bisa diperhatikan dalam memilah kedua hal tersebut  :

  1. Berdasarkan sumber ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong):
    1. Ujian dari ALLAH
    2. Pencobaan dari setan
  2. Berdasarkan motivasinya( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong) :
    1. Ujian bermaksud baik, mau mendekatkan kita kepada TUHAN agar hidup dalam kesucian.
    2. Pencobaan bermaksud jelek, mau membuat kita meninggalkan TUHAN dan hidup dalam dosa dan kenajisan
  3. Berdasarkan tujuannya ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong):
    1. Ujian :
  • Ujian menolong orang percaya untuk mengetahui kesehatan rohaninya, contohnya: ketika DIA menguji Abraham untuk melihat imannya, ketika DIA menguji Hizkia untuk menyingkapkan kesombongan hatinya ( 2 Taw. 32 : 31 ). Ini bertujuan agar orang – orang percaya menyadari bahwa mereka memiliki kelemahan sebagai manusia, tapi TUHAN sendiri selalu memberikan karunia – karunia rohani dalam kehidupan orang percaya.
  • Ujian menolong manusia untuk mengenal TUHAN, Hanya TUHAN sendiri yang dapat menolong dan memberi kekuatan pada kita untuk menghadapi segala macam hal yang akan membawa kita jatuh ke dalam dosa.
  • Ujian bertujuan untuk mengkonfirmasikan kita masuk ke dalam kesempurnaan yang mahir, TUHAN menciptakan manusia berdasarkan image dan peta teladan TUHAN sendiri, sehingga manusia memiliki apa yang disebut potensi kesempurnaan di dalam dirinya, hanya belum terasah, sehingga manusia perlu diuji melalui ujian, pencobaan dan juga keinginan bebas manusia tersebut.
    1. Pencobaan  menjadikan kita memihak pada setan dan memberontak pada ALLAH.
  1. Berdasarkan fenomena :
    1. Ujian dimulai dengan kepahitan, kesengsaraan, penderitaan, diakhiri dengan kemanisan, kebahagiaan, kemenangan, dan keindahan rohani. ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong). Berikut adalah contohnya :
    • ALLAH menguji umat – NYA dengan memberi mereka tugas yang melampaui kemampuan mereka apabila mereka tidak berserah kepada ALLAH, karena ALLAH tidak ingin umat – NYA bergantung pada diri mereka sendiri, tapi hanya kepada TUHAN saja (Pencobaan; John Owen).
    • Allah menguji orang percaya dengan mengijinkan mereka menderita demi iman mereka, contohnya para martir, dibakarnya gereja – gereja saat ini, penolakan yang sering dilakukan oleh masyarakat terhadap kekristenan saat ini (Pencobaan; John Owen).
    • Allah menguji orang percaya dengan mengizinkan mereka menghadapi guru – guru palsu dan ajaran – ajaran sesat, ini sudah terjadi semenjak jaman –jaman awal, dimana ajaran – ajaran sesat sudah bertebaran. Sebab kita tau si jahat seringkali memutar balikkan Firman, lihat saja kejadian waktu dia menipu Hawa (Pencobaan; John Owen).
    1. Pencobaan dimulai dengan keindahan, kecantikan, kenikmatan, dan berakhir dengan kepahitan, penyesalan, dan kerusakan. ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong).  Berikut adalah contohnya :
    • Iblis si pencoba, seringkali iblis menaruh pemikiran – pemikiran jahat atau dalam benak setiap orang. Terkadang juga mereka menaruh keraguan dalam diri kita untuk meragukan FIRMAN TUHAN itu sendiri. (Pencobaan; John Owen).
    • Menggunakan dunia, TUHAN sendiripun di cobai dengan menggunakan seluruh kerajaan dunia. (Pencobaan; John Owen).
    • Menggunakan keinginan daging kita, Yakobus 1 : 14, “ Tetapi tiap – tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Contoh di Alkitab, Yudas yang menjual YESUS karena ketamakannya. (Pencobaan; John Owen)

Demikian adalah pembeda antara ujian dan pencobaan, tapi seringkali ujian itu disertai dengan pencobaan, jadi tidaklah aneh kalau tiba – tiba banyak orang salah kira, bahwa ALLAH mencobai kita, padahal ALLAH tidak pernah mencobai siapapun, itu murni inisiatif dari si jahat (Yakobus 1 : 13 – 14 dikatakan “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap – tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”

Nah, sekarang mudah – mudahan sudah jelas perbedaannya, berarti bagaimana cara kita menang dari pencobaan – pencobaan yang demikian? Berikut adalah beberapa jenis pencobaan dan kunci kemenangan mengikuti teladan KRISTUS :

  1. Urgensi Materi ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong).

Ketika Kristus dicobai di padang gurun DIA mengalami urgensi materi setelah berpuasa 40 hari, 40 malam lamanya, dimana kesempatan itu dipergunakan iblis untuk mencobai – NYA, “ Kalau ENGKAU Anak ALLAH, ubahlah batu ini menjadi roti.” Tapi TUHAN tidak melakukannya, DIA tetap taat walaupun saat itu DIA dalam keadaan yang boleh dibilang kritis karena kelaparan yang amat sangat. DIA tetap taat pada BAPAnya, demikian kita juga, harus berhati – hati, karena kebutuhan kita seringkali membuat kita jatuh ke dalam dosa, kita harus dapat belajar TAAT pada BAPA kita yang di Sorga. ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong)

  1. Pemahaman FIRMAN yang salah ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong).

Seringkali digunakan iblis, sehingga banyak sekali ajaran – ajaran sesat yang bertebaran di sekitar kita dan berusaha menggoncangkan iman percaya kita pada TUHAN, cara mengatasinya, tentu saja dengan mengenal FIRMAN tersebut dengan benar, secara keseluruhan dan tidak sepotong – sepotong.

  1. Kekuasaan dan materi ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong).

Ini adalah hal yang seringkali menjadi apa yang dikejar manusia, ingat lagu waktu sekolah minggu? “Apa yang dicari orang? Uang! ” Seringkali kita lupa, bahwa pemilik sesungguhnya dari semua hal yang kita dapatkan adalah TUHAN. Seharusnya kita sadar, kita harus mengutamakan TUHAN daripada kekuasaan dan materi.

Setelah semua pembahasan itu, maka bisa kita tarik suatu kesimpulan, maka harus kita sadari, penyebab dari adanya penderitaan adalah sebagai berikut ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong):

  1. Penderitaan datang karena sesungguhnya dunia ini memang sudah dikutuk oleh TUHAN
  2. Penderitaan datang karena adanya pembalasan keadilan karena manusia melanggar perintah TUHAN dan berdosa.
  3. Penderitaan datang karena maksud dan tujuan ALLAH untuk mendidik dan menyempurnakan umat – NYA melalui ujian.
  4. Penderitaan datang karena setan ingin menyiksa orang – orang yang cinta akan TUHAN.

Sehingga untuk menghadapai semuanya, kita harus melakukan hal – hal ini ( Ujian, pencobaan dan kemenangan; Stephen Tong):

  1. Bersandar pada pimpinan ROH KUDUS, karena kita tahu bahwa kita tidak dapat mengandalkan kekuatan kita sendiri.
  2. Bersandar pada FIRMAN TUHAN, karena kita tahu bahwa FIRMAN adalah satu – satunya pedoman kita untuk hidup benar di hadapan – NYA
  3. Setia pada ALLAH, karena kita tahu bahwa ALLAH sendiri menuntut kesetiaan kita, dan apa yang sudah dirancangkan – NYA bagi kita adalah rancangan terbaik, jadi kenapa kita harus tidak setia pada – NYA?

Sepertinya sulit ya? Setelah melihat apa yang dibahas diatas, sebagai penutup saya akan bercerita, bukan tentang ujian dan pencobaan yang orang lain alami, tapi saya sendiri. Saya saat ini adalah ketua pemuda di gereja saya, saya juga sering membuat artikel seperti ini, kalau masalah FIRMAN saya bisa mengertilah ya kurang lebih, tapi inilah awal yangmembuat saya bersalah, seringkali terbesit suatu pemikiran, bahwa saya melakukan dan membuat ini sepertinya untuk mendapat perhatian atau pujian buat diri saya sendiri. Maka dari itu saya sering berkata, “Ampunilah saya TUHAN..” Saya tahu, saya bisa bukan karena saya mampu, tapi hanya karena kemurahan TUHAN saja..tapi ntah kenapa pikiran tersebut sering sekali muncul, seolah – olah saya berusaha untuk mencuri kemuliaan TUHAN, saya sungguh berdosa. Maka dari itu teman – teman pembaca, kalau kalian ingat, doakan saya sekali – kali.. Karena saya bukanlah manusia yang tanpa kelemahan.. Mari kita tetap belajar rendah hati, tetap melakukan yang terbaik untuk kemuliaan TUHAN. Jadi, saat orang lain dan TUHAN sendiri melihat hidup kita, yup HE is there, right in the middle of our life. GBU all.

Referensi :

  1. Stephen Tong;  Ujian Pencobaan & Kemenangan.
  2. John Owen; Pencobaan
  3. http://www.golgothaministry.org/yakobus/yakobus_02.htm

2 responses »

  1. Kebingungan pun terjawab nih..
    (Ϡˆ⌣ˆ)Ϡ ♪ƗƗåªƗƗåª˚♪ƗƗåª˚ƗƗåª˚
    Thx.. ╬♥ ĞßŬ ♥╬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s